Menu

Alergi Protein Susu Sapi Menyebabkan Timbulnya Masalah Pada Bayi

July 12, 2018 | Kesehatan

Saat usia bayi semakin bertambah, maka porsi ASI akan berkurang dan mulai tergantikan oleh susu formula. Namun tanpa anda sadari, bayi mulai menunjukkan tanda-tanda alergi protein Susu seperti gatal-gatal. Sering kali tanda-tanda tersebut salah diartikan sebagai baju, seprei, selimut dan lain sebagainya yang kotor, bukan karena susu formula tersebut. Perlu anda ketahui bahwa sebenarnya ada 2 jenis penolakan tubuh terhadap susu sapi yang biasa dikonsumsi, yaitu berupa alergi terhadap susu sapi dan intoleransi terhadap susu sapi. Sering kali adanya salah persepsi antara keduanya, dan menganggap bahwa keduanya adalah hal yang sama. Tak heran apabila banyak orang tua yang salah dalam memberikan penanganan terhadap anak mereka yang mengalami alergi terhadap protein susu sapi.

Laktosa merupakan salah satu jenis gula yang diproduksi oleh tubuh, yaitu di kelenjar susu yang biasanya dimiliki oleh mamalia seperti sapi. Untuk mencerna gula tersebut diperlukan enzim khusus bernama laktase. Sebenarnya semua bayi dapat mencerna laktosa karena bayi bisa memproduksi enzim laktase dalam jumlah yang cukup besar. Hanya saja ada beberapa kasus dimana bayi yang memiliki gangguan pencernaan tidak dapat memproduksi enzim laktasi dalam jumlah yang cukup. Akibatnya bayi tidak dapat mencerna laktosa dengan baik dan terjadilah intoleransi laktosa terhadap susu sapi. Pada bayi yang memiliki alergi protein susu sapi, ia bukannya tidak memiliki enzim laktase yang cukup akan tetapi bayi tersebut tidak dapat menerima rantai protein kompleks yang ada pada susu sapi. Sehingga muncul reaksi alergi yang ditandai dengan berbagai macam gejala dalam waktu yang singkat (beberapa saat setelah mengkonsumsi susu sapi) dan juga gejala dalam waktu yang lama (beberapa hari setelah mengkonsumsi susu sapi).

Untuk membandingkan kedua kondisi tersebut memang tidak mudah, karena gejala keduanya muncul setelah bayi mengkonsumsi susu sapi. Padahal untuk membedakan keduanya sangatlah penting, karena gejala yang muncul akibat alergi protein susu sapi tak jarang lebih berbahaya daripada intoleransi laktosa susu sapi, gejala yang berbahaya tersebut dikenal dengan nama reaksi anafilaksis yang dapat menyebabkan kematian apabila tidak segera ditangani dengan baik.

Alergi susu sapi adalah salah satu kelainan dalam tubuh yang cukup serius namun cukup banyak dijumpai pada bayi. Hal ini karena tubuh bayi belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik untuk melindungi tubuh dari berbagai infeksi dan kuman. Sistem kekebalan tubuh adalah sistem tubuh yang bertanggung jawab untuk mencegah virus, bakteri dan kuman penyakit yang masuk ke tubuh agar tidak menyebabkan bayi jatuh sakit. Namun pada beberapa kasus, sistem kekebalan tubuh salah mengidentifikasi zat yang tidak berbahaya sebagai virus, bakteri dan kuman penyakit, dimana pada alergi protein susu sapi, sistem kekebalan tubuh akan mengidentifikasi protein susu sapi sebagai zat berbahaya yang harus dieliminasi.

Sama seperti gejala pada alergi lainnya, alergi protein susu sapi juga memiliki tiga pola klinis respon alergi yang muncul pada pagi seperti berikut ini.

  • Reaksi cepat

Gejala alergi akan muncul maksimal setelah 45 menit mengkonsumsi susu sapi. Gejala yang muncul bisa berupa bintik-bintik merah pada kulit, gatal-gatal dan juga berbagai gangguan pada saluran napas seperti bersin, napas berbunyi dan juga mata merah.

  • Reaksi sedang

Gejala alergi akan muncul antara 45 menit hingga 20 jam setelah mengkonsumsi susu sapi. Gejala yang muncul biasanya berupa diare dan juga muntah-muntah.

  • Reaksi lambat

Gejala alergi yang muncul diatas 20 jam setelah mengkonsumsi susu sapi. Gejala yang muncul biasanya berupa gangguan pada sistem pencernaan seperti konstipasi (sulit buang air besar), diare, tak jarang terjadi eksim pada kulit.

Karena itulah jangan menyepelekan gejala-gejala alergi yang muncul. Apalagi bayi tidak memiliki ketahanan tubuh yang kuat seperti pada orang dewasa. Bagi orang dewasa mungkin rasa gatal merupakan hal yang biasa, dan ketika menggaruk kulit pun tidak masalah. Berbeda dengan bayi, apabila bayi merasa gatal dan ia menggaruk kulitnya, maka bisa terjadi peradangan pada kulit karena bayi memiliki kulit yang lebih tipis. Karena itulah tak jarang orang tua memasangkan sarung tangan bayi agar bayi tidak dapat menggaruk kulitnya yang gatal. Namun yang tidak anda ketahui adalah rasa gatal yang harus ditahan bayi akibat tidak dapat menggaruknya.

Pada banyak kasus, setelah bayi melewati usia 18 bulan maka alergi tersebut akan hilang. Akan tetapi sebelum bayi menginjak usia tersebut maka anda harus memberikan tindakan yang tepat untuk mengatasi gejala alergi pada bayi. Apa yang harus dilakukan ketika gejala alergi muncul dan apa yang harus dilakukan untuk mengganti nutrisi yang penting bagi bayi karena harus mengganti susu sapi dengan makanan lainnya.

Related For Alergi Protein Susu Sapi Menyebabkan Timbulnya Masalah Pada Bayi